21 C
Munich
Wednesday, July 24, 2024

Polisi Selidiki Motif ART Lompat dari Atap Rumah

Must read

Polisi Selidiki Motif ART Lompat dari Atap Rumah

Polisi Selidiki Motif ART Lompat dari Atap Rumah
Tangkapan layar video ART yang melompat dari atap rumah mewah di Perumahan Cimone Permai, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Banten. (Foto : Humas Polres Metro Tangerang Kota).

Warga Perumahan Cimone Permai, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Banten, dihebohkan dengan peristiwa seorang asisten rumah tangga (ART) inisial CC (16) yang melompat dari atap rumah mewah berlantai 3. Peristiwa yang terjadi Rabu (29/5/2024) sekira pukul 06.45 WIB.

Sejumlah warga yang melihat langsung memberikan pertolongan kepada korban hingga nyawanya dapat diselamatkan. Ada beberapa warga yang juga sempat memvideokan peristiwa tersebut.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol. Zain Dwi Nugroho mengatakan pihaknya dalam hal ini Unit pelayanan perempuan dan anak (PPA) dan Polsek Karawaci masih fokus koordinasi penanganan medis terhadap korban bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Kota Tangerang.

Namun begitu, diakatakan Zain bahwa pihaknya sudah melakukan penyelidikan untuk mengklarifikasi semua saksi-saksi dan pengumpulan bukti-bukti terkait peristiwa tersebut.

“Setelah mendapatkan laporan dari warga, petugas segera mengecek korban di RS Tiara Karawaci guna memastikan kondisi korban dan penanganan medisnya dan mendatangi lokasi kejadian untuk mengetahui kejadian sesungguhnya dari keterangan saksi-saksi ,” kata Zain melalui keterangan tertulisnya, Kamis (30/5/2024).

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol. Zain Dwi Nugroho (ketiga dari kiri) saat menjenguk ART yang menjalani perawatan di rumah sakit usai melompat dari atap rumah di Tangerang. (Foto : Humas Polres Metro Tangerang Kota).

Fakta awal yang didapatkan, bahwa korban masih dibawah umur 16 tahun sesuai KK dan Ijazah korban yang didapatkan dari orang tuanya. Namun, korban memiliki KTP berusia 22 tahun.

Diduga telah terjadi dugaan peristiwa tindak pidana pemalsuan identitas korban agar korban bisa diperkerjakan sebagai ART. Hal tersebut termasuk dalam TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang).

“Sedangkan kekerasan terhadap korban ART tersebut masih kita dalami, termasuk motif korban melompat dari atap rumah mewah tersebut,” kata Zain.

Zain masih belum dapat merinci hasil dari penyelidikan dilakukan Polisi. Namun, Zain menyampaikan akan memberikan informasi lebih lanjut setelah dilakukan penyelidikan terhadap peristiwa tersebut.

“Nanti akan kita sampaikan usai hasil penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.

- Advertisement -spot_img

More articles

- Advertisement -spot_img

Latest article